Indonesia

Tidak seorang pun – terlepas dari etnis, gender, letak geografis, disabilitas, ras, dan status lainnya – dapat dilanggar hak asasi manusia dan kesempatan dasar ekonominya; dengan kata lain, jangan tinggalkan siapa pun. Ketidaksetaraan dan marginalisasi sangat berhubungan: orang yang menderita karena kemiskinan, adalah mereka yang dikeluarkan dari partisipasi di masyarakat dan suara mereka sering tidak didengarkan terlebih dihargai.

Voice adalah program dalam kerangka kebijakan “Dialogue and Dissent” oleh Kementerian Luar Negeri Belanda. Voice adalah fasilitas hibah inovatif yang mendukung kelompok-kelompok paling terpinggirkan dan terdiskriminasi. Voice ingin memperkuat dan menghubungkan suara-suara yang tidak terdengar agar tercipta inklusi sosial melalui penguatan kapasitas lobi dan advokasi kelompok masyarakat sipil.

Di laman ini Anda akan menemukan semua informasi dan tautan yang relevan mengenai call for proposals untuk Voice Indonesia.

Analisis Konteks

Voice telah melakukan analisis konteks di Indonesia dengan situasi sosial dan politik terkini berdasarkan kelompok sasaran dan fokus tematik Voice. Analisis konteks ini digunakan sebagai data awal di tingkat nasional dan masukan di tingkat global untuk mengetahui secara umum arah dan strategi Voice.

Voice Indonesia fokus pada kelompok sasaran yang paling terpinggirkan dan terdiskriminasi, yaitu:

  1. Difabel.
  2. Perempuan yang dieksploitasi dan/atau mengalami kekerasan.
  3. Anak muda dan/atau lansia.
  4. Masyarakat adat dan etnis minoritas.

Pelamar diharapkan menyasar minimal dua dari kelompok sasaran untuk menjamin adanya interseksionalitas.

Kelompok ini adalah mereka yang:

  • paling terdampak dari kemiskinan;
  • tereksklusi secara sosial, ekonomi, spasial, dan politik;
  • tidak terjangkau oleh pelaku pembangunan;
  • berada dalam risiko represi atau kekerasan jika berbicara mengenai haknya.

Proyek yang didanai oleh Voice akan berdampak pada satu atau lebih fokus tematik berikut:

  1. Perbaikan akses terhadap sumber daya produktif (finansial, tanah, air) dan lapangan kerja.
  2. Perbaikan akses terhadap layanan sosial, khususnya kesehatan dan pendidikan.
  3. Perkembangan ruang partisipasi politik.

Di Indonesia, kami hanya dapat mendukung program yang diimplementasikan pada provinsi berikut:

  1. Bangka Belitung
  2. D.I. Yogyakarta
  3. DKI Jakarta
  4. Jawa Barat
  5. Jawa Timur
  6. Lampung
  7. Nusa Tenggara Barat
  8. Nusa Tenggara Timur
  9. Sulawesi Selatan
  10. Sulawesi Tenggara
  11. Sumatera Barat
  12. Sumatera Selatan

Melalui analisis konteks, kami mendefinisikan kembali kelompok sasaran dengan menekankan pada interseksionalitas antar kelompok, karena kelompok yang paling dipinggirkan mengalami multi-faktor diskriminasi dalam hal status disabilitas, gender, usia, dan etnis. Kami juga memprioritaskan isu kunci pada setiap kelompok sasaran disertai dengan rekomendasi, dan lebih penting lagi bagaimana interseksionalitas dapat terjadi. Kami menemukan kesempatan besar dengan desentralisasi dan penguatan desa di Indonesia agar dapat menjangkau kelompok yang paling ditinggalkan dengan ide dan pendekatan baru. Jika Anda ingin mendapatkan hasil lengkap laporan analisis konteks, sila ajukan permohonan ke indonesia@voice.global.

Call for Proposals

Ada tiga jenis hibah yang dikelola oleh Voice di Call for Proposals yang pertama. Silakan cermati penjelasan setiap jenis hibah karena masing-masing memiliki kriteria dan proses aplikasi.